Showing posts with label cerita dungu. Show all posts
Showing posts with label cerita dungu. Show all posts

Saturday, September 22, 2012

Untuk Diary







Menyenangkan bersamamu.

Menulis lagi di diary baru. Saya menulis lagi dengan spidol warna-warni, terkadang saya mewarnainya dengan pensil warna. Menandai agenda-agenda penting saya. Sampai menandai jadwal menstruasi. Ah tentu saja yang satu ini juga penting.

Saya menulis apa saja yang saya inginkan: curhat, sedih, marah, suka, pengalaman menyenangkan. Apapun yang dapat saya tulis. Termasuk menyampah. Menyampah apapun yang saya mau. Kamu akan mendengarkan saya dengan sepenuh hati.

Kamu seperti diary.

Lalu, saya akan menulis rahasia. Kamu tahu setiap rahasia yang saya punya, saya akan menceritakannya kepadamu tanpa malu. Saya memang tidak pernah malu kepadamu. Kamu orang yang selalu membuat saya leluasa untuk bercerita.

Kamu tidak pernah men-judge saya, kalau saya ceritakan tentang perbuatan-perbuatan bodoh saya yang kalau diingat-ingat lagi akan membuat pipi saya memerah. Kamu juga rajin mendengar saya. Kamu seperti punya telinga.

Aneh kan. Kamu diary yang yang dapat mendengar saya.

Tiba-tiba kalau kamu mendengar saya, kamu seperti ingin memeluk saya. Dan kalau kamu sudah memeluk saya, saya ingin mencium bibirmu.

Jangan tertawa kalau kamu membaca ini, pesan saya: tolong jaga rahasia malam-malam kita.

Untuk Rasa Kangen



Hai Kangen. 
Apa kabar kamu? Aku kangen. 

Kalau dimana-dimana selalu ada kamu. Mungkinkah itu yang dinamakan kangen. Jadi hari ini bahkan baumu ada diantara lagu-lagu yang dinyanyikan. 

#kangen itu semacam tangga lagu bisu tanpa lirik.

#kangen itu semacam selipan-selipan bon makan. Bekas makan berdua.

#kangen itu semacam kunyahan kue kering yang seret di mulut tanpa teh manis.

#kangen itu semacam tiap beberapa detik selalu ngecek hape.

#kangen itu seperti ingin sekali bermain hashtag di twitter. Apa daya waktu online-nya hanya sebentar.

#kangen itu seperti langit tidak berbintang. Tidak segemerlap biasanya.

Aku kangen. Telepon dong. Mention please. DM juga boleh.

#kangen itu seperti ingin mention. Tapi deg-degan.

****

Surat ini saya tulis kepada rasa kangen yang begitu memburu sepanjang hari ini. Siapa tahu kita sedikit lupa, apa itu rasa kangen. Ah, ini memang sengaja diambil dari hashtag twitter, supaya #nomention bisa membacanya. 

Selamat kangen.

Untuk Kupu-Kupu Di Perut

Kepada kupu-kupu di dalam perut saya. Saya kangen merasakan kalian lagi. Saya merasakannya bertahun-tahun yang lalu. Kupu-kupu yang begitu banyak, sayap-sayapnya beregesekan pelan di antara usus dan dinding perut saya. 

Mereka terbang pendek, terkadang berjinjit halus di sana. Lalu mulai menari-nari pelan, padahal tidak ada lagu. Mereka hanya bergirang di dalam perut saya, dan membuat saya juga ikut bahagia. Pipi memerah. Senyum-senyum kecil sepanjang hari: jatuh cinta.

Sekarang saya begitu kangen.


Lalu suatu hari saya pulang dan bilang kepada dewi hujan, bahwa saya ingin merasakannya -- kupu-kupu itu lagi. Entah kenapa, dewi hujan tampak mengerti perasaan saya. Ia mengirimkanmu. Kita bertemu. 

Awalnya sama sekali saya tidak merasakan apa-apa. Di dalam hati saya berbisik pelan ah, tidak ada kupu-kupu lagi.. saya mencoba mendengarkan ke dalam perut saya, siapa tahu saya bisa mendengarkan suara-suara kecil mereka, atau kaki-kaki kecil itu. 

Namun, tidak ada. 

Saya sedih, mungkinkah sudah selesai. Saya pulang ke rumah dengan perasaan yang -- sedikit menyesal, karena ketika bersamamu: kupu-kupu itu tidak datang lagi. Tapi apa mau dikata, mungkin ini waktunya untuk kupu-kupu ini pulang, membangun rumah mereka di dalam perut yang lain. 

Saya tidur, memikirkanmu. Keesokan harinya ketika saya bangun pagi, ada yang bergerak-gerak. Ada yang bergesek-gesek di perut saya. Ada yang mulai melompat perlahan.

Ah, mereka masih di sana ternyata.

Iseng, saya berbisik pelan kepada mereka kemana kalian kemarin?

Kami tidur sayang, kami tidak ingin mengganggumu dengannya.